Luur! Sabar di dalam berdakwah memiliki peran
amat penting dan sebagai kewajiban bagi seorang Ustadz sebagai aktivis
dakwah. Sabar, secara umum merupakan kewajiban bagi setiap muslim, namun
bagi seo-rang Ustadz dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia, ia lebih dan
sangat ditekan-kan. Hem. Oleh karena itu, Alloh Ta’alaa memerintahkan
kepada penhulu para Ustadz dan teladan mereka, yakni Rosulullohi shollallohu ‘alaihi wasalam untuk bersikap sabar.
Alloh Ta’alaa berfirman, yang artinya: “Bersabarlah (hai Muhammad) dan
tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Alloh dan
janganlah engkau bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah
kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan”. (QS.
An-Nahl, No. Surat: 16, Ayat:127-128)
Luur!
Kedudukan sabar terhadap iman, ibarat kedudukan kepala terhadap badan,
maka tidak ada iman bagi orang yang tidak punya kesabaran, sebagaimana
jasad juga tak berarti tanpa adanya kepala. Jika dalam keimanan yang
sifatnya masih individual dibutuhkan kesabaran, maka dalam dakwah yang
skupnya lebih luas dan kompleks sudah barang tentu sangat lebih
dibutuhkan lagi. Betul, tidak?
Sabar
merupakan salah satu dari empat rukun kebahagiaan. Hem. Sebagaimana
firman Alloh Ta’alaa, yang artinya: “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu
benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal sholih dan nasehat menasehati supaya menta’ati
kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS.
Al-'Ashr, No. Surat: 103, Ayat:1-3)
Sabar
termasuk akhlak paling agung. Kesabaran merupakan akhlak yang
dibutuhkan oleh setiap muslim secara umum dan lebih khusus para Ustadz
sebagai aktivis dakwah dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia. Catat Luur
!! Puniko dalil penting.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar