Hikmah menurut banyak ahli tafsir adalah
perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak
dengan yang bathil. Di dalam kata hikmah terkandung makna kokoh. Alloh
Ta’alaa berfirman, yang berbunyi: “kitaabun uhkimat aayaatuhu”.
Dikatakan kepada sebuah bangunan yang kokoh: al binaa’ul muhkam. Bila
kata hikmah digandengkan dengan dakwah maksudnya
di sini adalah bahwa dakwah tersebut dilakukan dengan sungguh-sungguh,
tidak pernah kandas di tengah jalan. Hem. Ia terus berjalan dalam
kondisi dan situasi apapun. Ustadz sebagai aktivisnya ready tidak pernah
kenal lelah, punya daya juang yang tinggi (bukan daya uang lho ya).
Segala kemungkinan yang bisa diterobos demi tegaknya kebenaran
ditempuhnya dengan lapang dada. Wess muantabbe’.
Alloh
Ta’alaa berfirman, yang artinya: “Katakanlah (Muhammad): ‘Inilah jalan
(agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kalian)
kepada Alloh dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Alloh, dan aku tidak
termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS. Yusuf, No. Surat: 12, Ayat:
108).
Jadi,
tidak disebut hikmah sekalipun ia tenang dan bijak jika ia mengajak
kepada kesesatan dan permusuhan terhadap umat Islam yang lain. Catat
puniko dalil penting!!
semoga bermanfaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar